`

`

Manusia dan Penderitaan (BAB 3)

Saturday, April 21, 2012

Nama   : Nur Farida Irmawati
NPM    : 55411299
Kelas   : 1IA03

Manusia dan Penderitaan



               Teman – teman, kali ini kita akan membahas tentang Manusia dan Penderitaan. Setiap orang pasti pernah merasa menderita bukan? Mungkin penderitaan itu terjadi karena ekonomi, lingkungan social, bencana alam, dsb.
Setiap manusia pasti pernah merasakan perihnya penderitaan, baik penderitaan fisik maupun penderitaan batin, penderitaan merupakan salah satu nikmat yang diberikan Tuhan kepada umatnya, seseorang tidak akan merasakan nikmatnya kesenangan apabila dia belum merasakan penderitaan.

Pengertian Penderitaan
              Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir, batin, atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan dan Sebab-sebabnya
            Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab – sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
  1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia : Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan yang terkadang disebut nasib buruk ini dapat diperbaiki bila manusia itu mau berusaha untuk memperbaikinya.
  2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan : Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal dan optimisme merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu

Pengaruh Penderitaan

       Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain-lain.

Siksaan
            Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan. Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

Beberapa contoh penderitaan :
      1. Nasib TKI Indonesia yang menyedihkan
Banyak TKI Indonesia khususnya para TKW mendapatkan penganiayaan dari para majikannya, sangat miris memang jika kita melihat fakta tersebut, ada banyak hal yang melatar belakangi masalah ini dimulai dari kurangnya pendidikan dari orang bersangkutan sehingga tidak cukup kompeten untuk mendapatkan pekerjaan didalam negri, sempitnya lapangan pekerjaan di dalam negri serta rasa iri melihat orang lain sukses setelah menjadi TKI. Hal tersebut bisa diatasi jika pemerintah mulai intensif memberikan penyuluhan hingga pelosok desa mengenai plus-minusnya menjadi TKI dan membekali para TKI dengan keahlian yang cukup serta yang paling penting dapat memperluas lapangan pekerjaan dinegri sendiri.

     2. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
Tentang marak terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh para suami kepada istrinya, peran suami sebagai kepala keluarga seharusnya dapat mengayomi keluarganya dan memimpin bahtera keluarga ke jalan yang benar bukan malah sebaliknya, banyak hal yang mempengaruhi hal tersebut, dari mulai perekonomian sampai belum siapnya seseorang untuk berumah tangga. Hal tersebut tidak akan terjadi jika pengertian, toleransi dan kepercayaan antara suami dan istri sudah terasah secara matang.

     3. Korban lumpur lapindo
Kita tahu sendiri bahwa tragedy lumpur lapindo sudah terjadi sejak 29 Mei 2006. Namun sampai saat ini kasus tersebut tetap berlanjut dan tak ada tindakan nyata untuk menghentikannya. Para korban sekitar lumpur panas lapindo pun harus rela mengungsi dari tempat tinggalnya. Tragedy ini sudah menyebabkan banyak nyawa yang tewas dan membanjiri 12 desa dengan kedalamamn 15 meter. Diperkirakan lumpur lapindo ini akan berlangsung sampai tahun 2037.


http://elramdano.wordpress.com/2012/03/31/manusia-dan-penderitaan/
Materi Manusia dan Penderitaan : Universitas Gunadarma

farida online

If I had my life to live over ....

Followers

FLAG COUNTER

free counters